Minggu, 11 Oktober 2015

Chapter 2 : Kolam Seberang

Pagi yang indah...

    Umurku yang sekarang adalah saat-saat terindah bagi katak muda... Teman-temanku mengajakku ke kolam seberang hutan yang katanya "surga pelangi". Aku tak begitu paham dengan istilah yang sering kudengar tentang kolam itu. Kata temanku, kolam itu memiliki daya tarik setiap yang berenang di dalamnya akan merasakan surga seperti dikelilingi ioleh pelangi. Wah... Seperti apa pikirku, aku sudah tak sabar. Tapi, kenikmatan itu mitosnya hanya dapat dirasakan saat sinar mentari belum muncul dan embun pagi berada di ujung daun setelah rembulan bersinar penuh lalu kau berenang di dalamnya. Yap.... Di penghujung malam sebelum pagi sebulan sekali setelah purnama. 🌼

    "Keke..... Ayo cepat bangun!" kata temanku yang sedari tadi malam tidur disampingku. Hahaha, kami berlima memang semalaman menginap di lembah dekat kolam surga pelangi. Tentunya kami sudah izin dengan orang tua masing-masing. Agar tak ketinggalan waktu penting yang hanya terjadi satu kali setiap bulannya. Ya benar saja, temanku membangunkanku di saat yang tepat. Kulihat ke atas, purnama telah samar di cakrawala langit. Lalu kumendekati daun akasia di sebelah kami. Yeay! Embunnya benar-benar telah di ujung sebelum menetes ke tanah. Tak ingin berlama-lama...

     "Byur.....!!!!!!"
   Yah... Kami semua langsung lompat ke dalam kolam sambil kegirangan dan....
    "Tolooong, to....to....!" teriakan keras itu perlahan memelan... Itu adalah suaraku, dan aku sudah tak ingat apapun setelahnya.
     
    Mentari kali ini sangat terik tak seperti biasanya yang selalu sayu karena hutan ini berdekatan dengan north pole, aku terbangun karenanya. Di suatu tempat yang tak ku kenal. Yah bebatuan dengan sedikit lumut. Aku segera lompat dengan sisa tenagaku menjauhi sungai mencari tempat teduh. Tunggu, mengapa sungai? Apa kolam itu menyatu dengan sungai? Aku terkulai lemas. Di mana aku? Kenapa aku bisa sampai ke tempat seperti ini? Mama tolong aku......🌼






Jumat, 09 Oktober 2015

Chapter 1 : Prolog

Di suatu hutan....
Hai... Aku terlahir disini sebagai katak...
Ya, katak hijau betina ��

 Aku punya keluarga yang sangat menyenangkan. Di keluargaku aku adalah anak terakhir. Anak ke-3 dari 3 bersaudara. Aku punya kakak jantan dan betina. Namanya Kiko dan Kiki. Dan namaku adalah Keke, yah begitulah sapaanku... Sebenarnya itu hanya nama panggilan. Nama panjangku adalah Keroppi, kakakku Kikorro dan Kikippa. Entah mengapa orang tua kami memanggil dengan sebutan termudah yaitu dua suku kata di depan masing-masing nama kami. ��

    Sekilas tadi tentang keluargaku, oh iya... Ada yang belum aku sampaikan. Kini aku hanya mempunyai 1 orang tua, mama. Hanya mama. Yap, papaku sudah tiada sejak saat badai kala itu. Aku tinggal di hutan di negeri Neptune seberang Mediterania utara di dekat north pole. Badai salju yang menyelimuti hutan kami selama berbulan-bulan membuat papa kami tak bertahan. Kala itu adalah saat yang kelam hitam menyedihkan yang selalu membuat hati kami sekeluarga bersedih, terutama aku. Well, mungkin semua bersedih... Tapi yang paling dekat dengan papa adalah aku... Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa papa, dan umurku saat itu juga masih kecil. Aku sayang papa. ��