Umurku yang sekarang adalah saat-saat terindah bagi katak muda... Teman-temanku mengajakku ke kolam seberang hutan yang katanya "surga pelangi". Aku tak begitu paham dengan istilah yang sering kudengar tentang kolam itu. Kata temanku, kolam itu memiliki daya tarik setiap yang berenang di dalamnya akan merasakan surga seperti dikelilingi ioleh pelangi. Wah... Seperti apa pikirku, aku sudah tak sabar. Tapi, kenikmatan itu mitosnya hanya dapat dirasakan saat sinar mentari belum muncul dan embun pagi berada di ujung daun setelah rembulan bersinar penuh lalu kau berenang di dalamnya. Yap.... Di penghujung malam sebelum pagi sebulan sekali setelah purnama. 🌼
"Keke..... Ayo cepat bangun!" kata temanku yang sedari tadi malam tidur disampingku. Hahaha, kami berlima memang semalaman menginap di lembah dekat kolam surga pelangi. Tentunya kami sudah izin dengan orang tua masing-masing. Agar tak ketinggalan waktu penting yang hanya terjadi satu kali setiap bulannya. Ya benar saja, temanku membangunkanku di saat yang tepat. Kulihat ke atas, purnama telah samar di cakrawala langit. Lalu kumendekati daun akasia di sebelah kami. Yeay! Embunnya benar-benar telah di ujung sebelum menetes ke tanah. Tak ingin berlama-lama...
"Byur.....!!!!!!"
Yah... Kami semua langsung lompat ke dalam kolam sambil kegirangan dan....
"Tolooong, to....to....!" teriakan keras itu perlahan memelan... Itu adalah suaraku, dan aku sudah tak ingat apapun setelahnya.
Mentari kali ini sangat terik tak seperti biasanya yang selalu sayu karena hutan ini berdekatan dengan north pole, aku terbangun karenanya. Di suatu tempat yang tak ku kenal. Yah bebatuan dengan sedikit lumut. Aku segera lompat dengan sisa tenagaku menjauhi sungai mencari tempat teduh. Tunggu, mengapa sungai? Apa kolam itu menyatu dengan sungai? Aku terkulai lemas. Di mana aku? Kenapa aku bisa sampai ke tempat seperti ini? Mama tolong aku......🌼
"Tolooong, to....to....!" teriakan keras itu perlahan memelan... Itu adalah suaraku, dan aku sudah tak ingat apapun setelahnya.
Mentari kali ini sangat terik tak seperti biasanya yang selalu sayu karena hutan ini berdekatan dengan north pole, aku terbangun karenanya. Di suatu tempat yang tak ku kenal. Yah bebatuan dengan sedikit lumut. Aku segera lompat dengan sisa tenagaku menjauhi sungai mencari tempat teduh. Tunggu, mengapa sungai? Apa kolam itu menyatu dengan sungai? Aku terkulai lemas. Di mana aku? Kenapa aku bisa sampai ke tempat seperti ini? Mama tolong aku......🌼

